Monday, December 1, 2014

Contoh Sufiks dalam bahasa Indonesia



Contoh Sufiks dalam bahasa Indonesia


Mungkin anda-anda sudah mengerti tentang arti sufiks/ akhiran, jika belum alangkah baiknya jika anda membaca artikel ini untuk sekedar memahami beberapa arti sufiks yang sering kita gunakan dalam menulis artikel.
Sufiks –an pertama-tama berfungsi dalam bahasa Indonesia. 
A. Fungsi
Sufiks –an pertama-tama berfungsi untuk membentuk kata benda. Karena pengaruh beberapa bahasa daerah atau dialek maka di sana-sini terdapat beberapa sufiks –an yang berfungsi membentuk kata sifat, namun bentuk ini belum terlalu produktif.
B. Arti
Kata-kata yang mengandung sufiks –an, dapat mendukung salah satu arti berikut ini:
a. Tempat
   Contoh: pangkalan, pegangan, tumpuan, hadapan, dan lain-lain.
b. Perkakas atau alat
   Contoh: ayunan, kurungan, timbangan, pikulan, dan lain-lain.
c. Hal atau cara
   Contoh: Didikan: dapat berarti hal mendidik atau cara mendidik.
                Balasan: hal membalas atau cara membalas.
d. Akibat atau hasil perbuatan
    Contoh: buatan, hukuman, balasan, karangan, dan lain-lain.
e. Sesuatu yang di... atau sesuatu yang telah... seperti yang telah disebut dalam kata dasar.
    Contoh: larangan, catatan, tumbuhan, makanan, pantangan, pakaian, karangan.
f. Seluruh atau himpunan
    Contoh: lautan, sayuran, daratan, kotoran, dan lain-lain.
7. Menyerupai atau tiruan dari
    Contoh: anak-anakan, kuda-kudaan, dan lain-lain.
g. Tiap-tiap
    Contoh: harian, bulanan, mingguan, tahunan, lusinan, dan lain-lain.
h. Sesuatu yang mempunyai sifat sebagai yang diesbut pada kata dasar
    Contoh: manisan, asinan, kuningan, lapangan.
i. Menyatakan intensitas baik mengenai kuantitas maupun mengenai kualitas.
    Contoh: Mengenai kualitas: besaran, kecilan, tinggian.
                Mengenai kuantitas: buah-buahan, sayur-sayuran, tumbuh-tumbuhan, dan lain-lain.

 Sufiks - I dalam bahasa Indonesia

 A. Bentuk
Tidak mengalami perubahan.
B. Fungsi
Sufiks –I berfungsi untuk membentuk kata kerja.
C. Arti
Tafsiran arti yang diturunkan dari kata-kata yang berakhiran –i adalah sebagai berikut:
a. Menyatakan bahwa objek dari kata-kerja itu menunjukkan suatu tempat atau arah     berlangsungnya peristiwa tersebut ( lokatif ). Karena objeknya itu menjadi tempat     berlangsungnya suatu peristiwa, maka akibatnya objek itu tidak bergerak, berada dalam     keadaan diam.
    Contoh: Kami menanyai mereka.
                Saya mengelilingi kota.
b. Kadang-kadang arti lokatif itu mendapat arti jhusus, yaitu memberi kepada atau menyebabkan     sesuatu jadi.
    Contoh: Menghargai jasa orang.
                Menyakiti hatinya.
                Menghormati orang tua.
c. Menyatakan intensitas, atau pekerjaan itu dilangsungkan berulang-ulang (frekuentatif), atau    pelakunya lebih dari satu orang.
    Contoh: Tentara itu menembaki benteng musuh.
                 Anak-anak itu melempari anjing itu.


Sufiks- Kan dalam bahasa Indonesia 

A. Bentuk
Bentuknya tidak berubah.
B. Fungsi
Sufiks – kan berfungsi untuk membentuk kata kerja.
C. Arti
Macam-macam bidang arti yang dapat didukung oleh sufiks – kan adalah:
a. Menyatakan kausatif. Pengertian kaudatif berarti membuat, menyebabkan sesuatu atau     menjadikan sesuatu.
    Contoh: menerbangkan, melemparkan, menyeberangkan, mengemukakan, menyakitkan, dan     lain-lain.
b. Suatu variasi dari arti kausatif adalah menggunakan sebagai alat, atau membuat dengan.
    Contoh: menikamkan tombak, memukulkan tongkat.
c. Menyatakan beneaktif, atau membuat untuk orang lain.
    Contoh: membelikan, meminjamkan
d. Ada pula sufiks – kan yang sebenarnya merupakan ringkasan dari kata tugas akan.     
    Contoh: mengharapkan = mengharap akan
                sadarkan = sadar akan
Baik sufiks – kan maupun sufiks –i mempunyai fungsi yang sama yaitu membentuk kata kerja. Tetapi kedua akhiran itu mengandung suatu perbedaan terutama dalam hubungan dengan objeknya. Hubungan antara kata kerja yang berakhiran –i  dengan objeknya adalah objek berada dalam keadaan diam, menjadi tempat berlangsungnya perbuatan itu. Sedangkan untuk sufiks – kan , objeknya berada dalam keadaan bergerak.
Contoh: Perhimpunan itu mendatangkan sebuah regu sepak bola.
             Kami sendiri mendatangi tempat itu.
             Walaupun begitu kadang-kadang tidak terasa lagi perbedaan antara kedua akhiran itu.

Sufiks -nya dalam Bahasa Indonesia 

Pertama-tama harus diketahui bahwa ada dua macam nyaNya jenis pertama adalah kata ganti orang ketiga tunggal, baik dalam fungsinya sebagai pelaku atau pemilik. Dalam hal ini nya tidak berstatus akhiran. Nya yang kedua adalah –nya  yang berstatus akhiran.
Akhiran –nya mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. Untuk mengadakan transposisi atau suatu jenis kata lain menjadi kata benda.
    Contoh: baik buruk nya, merajalela nya, timbul tenggelam nya.
b. Menjelaskan atau menekankan kata yang berasa di depannya.
    Contoh: Tamunya belum datang.
                Ambilah obatnya dan minumlah.
                Di rumah itu ada hantunya.
c. Menjelaskan situasi.
    Contoh: Ia belajar dengan rajinnya.
                Angin bertiup dengan kencangnya.
                Ia menyanyi dengan merdunya.
d. Di samping itu ada beberapa kata tugas dibentuk dengan mempergunakan akhiran –nya.
    Contoh: agaknya, rupanya, sesungguhnya, sebenarnya, dan lain-lain.


 Sufiks -man, -wan, -wati dalam Bahasa Indonesia

A. Bentuk
Ketiga macam sufiks ini berasal dari bahasa Sansekerta. Dalam bahasa Sansekerta bentuk sufiks –man dan –wan dipakai untuk menunjukkan jenis jantan, sedangkan bentuk betina untuk masing-masing bentuk adalah –mati dan –wati. Tetapi dalam bahasa Indonesaia sufiks –mati menimbulkan nilai rasa yang lain sekali, yaitu diasosiakan dengan kata mati sebagai lawan kata hidup. Oleh sebab itu bentuk tersebut tidak diterima. Untuk menyatakan bentuk betina yang sejajar dengan –man dipergunakan bentuk –wati, yaitu bentuk betina dari –wan.
B. Arti
Arti ketiga sufiks ini adalah yang mempunyai.
Contoh: seniman             cendekiawan         seniwati
            budiman             karyawan              wartawan

            sukarelawan       gerilyawan             negarawan
Demikian artikel ini saya tulis, Semoga dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan kita tentang cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar .
Continue Reading →

Contoh Prefiks asli bahasa Indonesia

Contoh Prefiks asli bahasa Indonesia

Pada Artikel Ini saya akan sedikit membahas tentang beberapa contoh imbuhan prefiks yang sering digunakan dalam babasa Indonesia yang baik dan benar.
ok kita langsung saja kepokok pembahasan pertama

Beberapa kata prefiks/ awalan dalam bahasa Indonesia
  1.  Perfiks ber-, kata awalan "ber-" sebagai fungsi kerja aktif dan tidak dapat diubah menjadi kata kerja pasif dengan awalan ter-.

    • Semua huruf kata awal tetap ber-. Contoh:
asal -> berasal
ubah -> berubah
    • Kata awal /r atau suku awal kata mengandung gugus -er- diubah menjadi be-. Contoh:
rumput -> berumput
racun -> beracun
kerja -> bekerja
ternak -> beternak


    • Untuk kasus khusus diubah menjadi bel-. Contoh:
ajar -> belajar
unjur -> belunjur
 2ter-, kata awalan "ter-" sebagai fungsi kata kerja pasif dan tidak dapat diubah menjadi kata kerja          aktif dengan awalan ber-.
    • Semua huruf kata awal tetap. Contoh:
asap -> terasap
bagi -> terbagi
usik -> terusik
    • Kata awal /r/ salah satu /r/ luluh. Contoh:
ramah -> teramah (bukan terramah)
rawat -> terawat (bukan terrawat)
riang -> teriang (bukan terriang)
    • Suku awal kata mengandung gugus -er-, maka huruf "r" ada yang muncul dan ada pula yang tidak. Contoh:
cermin -> tercermin
percaya -> terpercaya
percik -> tepercik
pergok -> tepergok
 3. me-, kata awalan "me-" sebagai fungsi kata kerja aktif dan dapat diubah menjadi kata kerja pasif        dengan awalan di-.
    • Kata awal /l/, /m/, /n/, /r/, /w/, /y/ tetap. Contoh:
lukis -> melukis
masak -> memasak
nyanyi -> menyanyi
rasa -> merasa
waris -> mewaris[i]
yakin -> meyakin[i]
    • untuk kata awal /a/, /e/, /g/, /h/, /i/, /k*/, /o/, /u/ diubah menjadi meng-. Contoh:
ambil -> mengambil
emis -> mengemis
gali -> menggali
hitung -> menghitung
ikat -> mengikat
kurang -> mengurang
olah -> mengolah
utus -> mengutus
    • untuk kata awal /b/, /f/, /p*/, /v/ maka diubah menjadi mem-. Contoh:
bantu -> membantu
fitnah -> memfitnah
panggil -> memanggil
vonis -> memvonis
    • Pengecualian:
      • perkara -> memperkara[i] (bukan memerkarai)
      • punya - -> mempunya[i] (bukan memunyai)
    • untuk kata awal /c/, /d/, /j/, /t*/ maka diubah menjadi men-. Contoh:
campur -> mencampur
duduk -> menduduk
jenguk -> menjenguk
tari -> menari          
    • untuk kata awal /s*/ maka kata awal luluh dan diubah menjadi meny-. Contoh:
sontek -> menyontek
    • untuk kata yang bersuku kata satu diubah menjadi menge. Contoh:
bom -> mengebom
cat -> mengecat
klik -> mengeklik
lap -> mengelap
las -> mengelas
tik -> mengetik

Dipisah jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal. Contoh:
    1. me- + tipu → menipu
    2. me- + sapu → menyapu
    3. me- + kira → mengira.
  1. Tidak dipisah  jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan. Contoh:
    1. me + klarifikasi -> mengklarifikasi.
  2. Tidak dipisah  jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna. Contoh:
 4. di-, kata awalan "di-" sebagai fungsi kata kerja pasif dan dapat diubah menjadi kata kerja aktif dengan awalan me-.
    • Semua huruf kata awal tetap. Contoh:
beli -> dibeli
cari -> dicari
dahulu -> didahulu[i]
jual -> dijual
kupas -> dikupas
putus -> diputus
tusuk -> ditusuk
sontek -> disontek

5ke-
 
6. ku- merupakan kependekan dari "aku me-"
 
7. kau- merupakan kependekan dari "engkau me-"
 
pe-
    • kata awal /l/, /m/, /n/, /r/ /w/, /y/ tetap pe-. Contoh:
lukis -> pelukis
masak -> memasak
nyanyi -> penyanyi
rasa -> perasa
waris -> pewaris
  
    • untuk kata awal /a/, /e/, /g/, /h/, /i/, /k/, /o/, /u/ diubah menjadi peng-. Contoh:
ambil -> pengambil
emis -> pengemis
gali -> penggali
hitung -> penghitung
ikat -> pengikat
kurang -> pengurang
olah -> pengolah
utus -> pengutus
    • untuk kata awal /b/, /f/, /p/, /v/ maka diubah menjadi pem-. Contoh:
bantu -> pembantu
panggil -> pemanggil 
    • untuk kata awal /c/, /d/, /j/, /t/ maka diubah menjadi pen-. Contoh:
campur -> pencampur
duduk -> penduduk
jenguk -> penjenguk
tari -> penari
    • untuk kata awal /k/ maka kata awal luluh dan diubah menjadi peng-. Contoh:
kurang -> pengurang
    • untuk kata awal /s/ maka kata awal luluh dan diubah menjadi peny-. Contoh:
sontek -> penyontek      
    • untuk kata yang bersuku kata satu diubah menjadi penge. Contoh:
bom -> pengebom
cat -> pengecat
klik -> pengeklik
lap -> pengelap
las -> pengelas
Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang telah membaca
trimakasih telah berkunjung ke Blog ini :D
Continue Reading →

Saling berteman

Posting Terbaru

Popular Posts

Blog Archive