Thursday, September 10, 2015

Bahaya Obesitas Kegemukan bagi Kesehatan Anak

###
bahaya obesitas


Bahaya Obesitas atau kegemukan yang perlu anda pahami

Tidak semua  anak gemuk dianggap lucu dan menggemaskan. Sudah saatnya bagi  para orang tua dengan suara keras menyatakan bahwa obesitas adalah penyakit!

Tren kelebihan akan berat badan atau obesitas di kalangan anak-anak timbul dan semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya di Indonesia, penelitian di banyak negara lainnya membuktikan telah terjadi tren obesitas pada usia dini telah terbukti meningkat secara signifikan.

Laporan dari data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan bahwa pada tahun 2010, sekitar 43 juta anak di bawah lima tahun memiliki kelebihan berat badan. Jumlah itu terdiri dari 35 juta anak-anak kelebihan berat badan tinggal di negara-negara berkembang dan sisanya 8 juta anak-anak tinggal di negara-negara maju.

Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu penyebab kematian dini yang dialami anak-anak dibawah umur. Beberapa risiko yang dapat ditimbulkan dari obesitas di usia muda seperti penyakit jantung , kanker payudara, kanker prostat,  gangguan kehamilan, dan lain-lain.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit obesitas adalah melalui pemberian nutrisi yang baik dan tepat sejak kecil. Namun kesalahan fatal bagi orang tua adalah, masih banyak orang tua yang berpikir jika anak gemuk itu lucu dan sehat. Pandangan yang telah lama tertanam didalam benak orang tua tentu salah dan tentu saja harus dihilangkan.

Prof W Philip T James MD PhD, seorang profesorahli  nutrisi di London School of Hygiene yang merupakan  Ketua Asosiasi Internasional untuk Studi Obesitas dan gizi anak-anak  penasehat anggota dewan PBB (FAO dan WHO), Berkembangnya anak kelebihan gizi, kelebihan berat badan atau obesitas pada anak-anak merupakan bagian pusat perhatian dari masyarakat dunia internasional.


"Masalah ini awalnya terjadi  hanya di negara-negaradengan penghasilan tinggi. Namun pada kenyataannya, jumlah anak dengan penyakit obesitas meningkat di negara-negara dengan penghasilan rendah dan menengah, khususnya yang terdapat didaerah perkotaan," katanya dalam sebuah talk show Nutritalk berjudul " Awal Kehidupan Nutrisi dan Obesitas Anak-Tantangan dan Peluang ".

James mengemukakan,bahwa  tingkat obesitas yang terjadi pada anak-anak telah meningkat secara signifikan sejak awal tahun 1980-1985. Negara di Eropa dan Asia Pasifik, khususnya Cina, adalah negatra yang paling cepat berkembang dalam hal penyakit ini. Tidak hanya itu, negara-negara dengan penghasilan rendah seperti di beberapa negara- negara Afrika dan negara-negara yang sering mengalami konflik dengan perang, seperti Afghanistan dan Pakistan, juga menemukan hal serupa.

Pada masa dahulu, masalah obesitas hanya terjadi pada individu tertentu, tetapi kini obesitas telah menjadi epidemi di berbagai plosok dunia dan meningkat hampir dua kali lipat banyaknya. Semua pihak harus memahami bahwa sebenarnya obesitas adalah penyakit," tambahnya.

Obesitas, menurutnya lagi, lebih berbahaya jika gadis-gadis yang memiliki penyakit ini. Karena saat mereka mengalami  kehamilan dan gemuk sehingga membuat anak-anak yang dilahirkan pun akan berisiko menjadi gemuk juga.
Salah satu yang menjadi penyebab obesitas, kata dia, disebabkan karena bagian dari genetik atau keturunan. Namun, kebanyakan karena dipengaruh oleh faktor lingkungan. Diet yang kurangk tepat dan kurangnya aktifitas bergerak memicu tubuh anak akan membentang lebar.

Selain itu, strategi marketing kotor yang dilakukan perusahaan makanan junk food juga me
njadi penyebabnya.
Untuk negara-negara maju mereka kini mulai menerapkan larangan untuk melayani produk makanan atau minuman iklan junk food untuk anak-anak, terutama ketika masa liburan tiba.

"Negara-negara maju seperti Amerika serikat, Prancis, dan Inggris telah mulai untuk melawan penyakit obesitas dengan membatasi iklan makanan cepat saji di negaranya. Makanan yang terdapat di kantin sekolah mereka juga pilih yang lebih baik dan sehat," kata James.

James menyebutkan, pengobatan akan penyakit obesitas sangat  membutuhkan kerjasama antara masyarakat , pemerintah sebagai pengatur kebijakan dan para produsen dalam industri makanan minuman bahwa faktor risiko dan penyebab obesitas dapat dikendalikan dengan cukup  baik.

Artikel Lain :

6 comments:

  1. bahaya juga ya gan klw obesitas yang terlalu apalagi pada anak.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas...
      kebiasaan Orang Tua di Indonesia tidak memahami akan bahaya obesitas pada anak

      Delete
  2. wah ternyata bahaya..thanks infonya gan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas...
      kebiasaan Orang Tua di Indonesia tidak memahami akan bahaya obesitas pada anak
      Trimakasih Untuk kunjungannya :D

      Delete
  3. Replies
    1. hahahah...
      yang bagus itu seimbang mas
      kurus pun ga bagus Nanti mirip gejala cacingan :p
      trimakasih untuk kunjunganya

      Delete

Saling berteman

Posting Terbaru

Popular Posts

Blog Archive